Parungpanjang – Bidik info.Com.Kebakaran melanda SDN Gintung Cilejet 02 yang berlokasi di Desa Gintung Cilejet, Kampung Parung Karang, RT 10/03, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (02/04/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut langsung mendapat respons cepat dari pihak Kecamatan Parungpanjang. Camat Parungpanjang, Drs. Chairuka Judhyanto, M.Si., bersama Ketua K3S Jejen, S.Pd., Kepala Desa Gintung Cilejet Mumin, serta jajaran terkait, segera mendatangi lokasi kejadian.
Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari instalasi kipas angin. Api dengan cepat membesar dan melalap satu ruangan yang difungsikan sebagai perpustakaan sekaligus kantor guru.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar karena berbagai fasilitas sekolah, termasuk peralatan operasional dan dokumen penting, ikut terbakar.
Berdasarkan keterangan saksi warga yang enggan disebutkan namanya serta pihak komite sekolah, api pertama kali muncul dari arah perpustakaan. Sebelum api membesar, sempat terdengar suara letupan dari bagian atap bangunan. Dalam waktu singkat, kobaran api merambat ke seluruh ruangan dan membakar barang-barang di dalamnya.
Warga sekitar dengan sigap bergotong royong memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit, dimulai sekitar pukul 04.00 WIB, hingga akhirnya api berhasil dikendalikan.
Kepala SDN Gintung Cilejet 02, Anas Abdulah, S.Pd., menjelaskan bahwa total kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai kurang lebih Rp400 juta.
“Kami kehilangan banyak aset penting, terutama koleksi buku di perpustakaan dan dokumen-dokumen penting sekolah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi pihak sekolah, mengingat fasilitas tersebut sangat menunjang kegiatan belajar mengajar.
Pihak sekolah dan warga berharap pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Bogor, segera mengambil langkah untuk membantu pemulihan sarana yang terdampak. Selain itu, pemeriksaan instalasi listrik di sekolah-sekolah lain juga dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.
“Langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini agar kejadian seperti ini tidak terulang dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” tutupnya.
Sumber rilis: Raden Oji M, C.BJ., C.IL.J
ade suhanda.,C.BJ.,C.ILJ

Posting Komentar