Bidik info.Com.
Bogor –29- Juli - 2026- Aktivitas pengolahan tambang emas yang diduga ilegal di Kampung Penggeseran dan Kampung Cibugis, Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, kini menjadi perhatian masyarakat. Warga menduga kotoran atau limbah dari aktivitas pengolahan tambang emas tersebut mengalir masuk ke aliran sungai yang selama ini digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dampaknya disebut dirasakan masyarakat Kampung Rohong, Desa Tegalega, Kecamatan Cigudeg. Pada Rabu, 29 Juli 2026, kondisi air sungai dilaporkan menjadi keruh dan kotor sehingga tidak dapat digunakan sebagaimana biasanya.
Padahal, menurut keterangan warga, aliran sungai tersebut selama ini digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci pakaian,dan berwudhu.
Masyarakat menduga perubahan warna dan kondisi air terjadi setelah adanya aliran kotoran atau limbah dari lokasi pengolahan tambang emas. Namun, untuk memastikan sumber serta kandungan pencemar pada air tersebut, diperlukan pemeriksaan dan pengujian laboratorium oleh instansi berwenang.
Apabila hasil pemeriksaan nantinya membuktikan adanya pencemaran akibat kegiatan tersebut, maka pihak yang bertanggung jawab dapat dikenakan ketentuan dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagaimana telah diubah, termasuk Pasal 98 apabila pencemaran dilakukan dengan sengaja dan Pasal 99 apabila terjadi akibat kelalaian, sepanjang unsur-unsur pidananya terpenuhi.
Sementara itu, apabila aktivitas penambangannya terbukti dilakukan tanpa perizinan yang diwajibkan, ketentuan pidana dalam Pasal 158 UU Minerba beserta perubahannya dapat menjadi salah satu dasar penindakan sesuai hasil penyelidikan aparat berwenang.
Masyarakat meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH), instansi pertambangan, Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta aparat penegak hukum segera turun langsung ke lokasi. Warga meminta dilakukan pengecekan perizinan, tempat pengolahan dan pembuangan limbah, serta pengambilan sampel air sungai untuk diuji di laboratorium.
Warga berharap persoalan tersebut segera ditangani karena menyangkut aliran air yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.
Tim Redaksi

Posting Komentar