Budikinfo com.Pebayuran, Bekasi — Di tengah musibah jebolnya tanggul irigasi BKG 15 yang berada di Kelurahan Kertasari, Kecamatan Pebayuran, kepedulian berbagai pihak menjadi harapan baru bagi warga, khususnya para petani. Tanggul tersebut jebol akibat tingginya curah hujan dan meningkatnya debit air yang terjadi sejak beberapa hari terakhir, Selasa (20/01/2026).
Di saat kondisi sulit mencari material tanah untuk perbaikan tanggul, PT Dela Pertamina INF 1 hadir memberikan bantuan nyata dengan menyuplai tanah urug guna merapikan kembali tanggul yang jebol,
Bantuan tersebut dinilai sangat membantu percepatan proses perbaikan di lapangan.
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Pebayuran, Ahmad Syarifudin, menyampaikan apresiasi tinggi atas respons cepat yang diberikan PT Dela Pertamina INF 1.
“Di tengah sulitnya mencari tanah untuk perapihan tanggul irigasi BKG 15 yang jebol pada Minggu siang (18/01/2026), PT Dela memberikan bantuan berupa tanah. Respon cepat ini sangat kami apresiasi. Belum sampai satu hari sejak Pak Camat bersurat, bantuan langsung dikirim. Ini sangat membantu dan mempercepat proses perbaikan,” ujar Ahmad.
Ia menambahkan, percepatan perbaikan tanggul melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tim PJT, Tim BBWS, Muspika Kecamatan Pebayuran, pejabat kelurahan, hingga masyarakat setempat yang bahu-membahu di lokasi.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja seluruh pihak, termasuk PT Dela Pertamina INF 1. Saluran irigasi ini sangat dibutuhkan para petani. Bantuan ini benar-benar menjadi solusi di saat kami kesulitan,” tambahnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Camat Pebayuran, Hasyim Adnan Adha, S.STP., M.Si. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam penanganan bencana.
“Dalam kondisi seperti ini, kami tidak bisa bekerja sendiri. Butuh kolaborasi semua pihak. Kami berterima kasih kepada PT Dela Pertamina INF 1 dan seluruh unsur yang terlibat dalam perbaikan tanggul irigasi BKG 15,” tutur Hasyim.
Menurutnya, hingga saat ini proses perbaikan masih terus berjalan dengan melibatkan alat berat seperti ekskavator, meski dihadapkan pada tantangan kondisi medan dan cuaca.
“Prosesnya memang tidak mudah, namun dengan kebersamaan seperti sekarang, kami optimistis perbaikan dapat segera selesai sesuai harapan, sehingga aktivitas pertanian warga kembali normal,” pungkasnya.
Kepedulian dan sinergi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana, sekaligus membawa harapan baru bagi masyarakat Pebayuran.
(Red team)

Posting Komentar