Bidik info.Com.
LEBAK, BANTEN – Dunia pendidikan di Kabupaten Lebak kembali diselimuti duka. Keluarga besar SD Negeri 2 Umbuljaya , Kecamatan Banjarsari, kehilangan salah satu sosok pendidik terbaiknya. Junaeti, atau yang akrab disapa Bu Neti, telah berpulang ke rahmatullah setelah belasan tahun mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan anak-anak bangsa dengan penuh keikhlasan dan dedikasi.
Kepergian Almarhumah bukan hanya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, tetapi juga menjadi kehilangan besar bagi rekan-rekan guru, para murid, dan masyarakat yang mengenalnya sebagai pribadi sederhana, penyayang, serta memiliki semangat pengabdian yang luar biasa.
Di tengah keterbatasan yang dimiliki, Bu Neti tetap menjalankan amanah sebagai seorang pendidik tanpa pernah mengeluh. Setiap hari, beliau berjalan kaki sekitar dua kilometer dari rumah menuju SDN 2 Umbuljaya . Jalan berbukit, sempit, licin, bahkan berlumpur saat musim hujan menjadi bagian dari perjuangan yang harus dilaluinya.
Namun, segala rintangan itu tak pernah menyurutkan langkahnya. Dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya, Bu Neti hadir di ruang kelas, menyapa murid-muridnya dengan penuh kasih sayang dan mengajarkan ilmu sebagai bekal masa depan mereka.
> "Kami sangat kehilangan beliau. Bu Neti adalah sosok guru yang sangat humanis, penyayang terhadap anak-anak, rendah hati, dan selalu membawa keceriaan di lingkungan sekolah. Selama kami mengenalnya, beliau hampir tidak pernah mengeluhkan kesulitan yang dihadapinya. Yang selalu kami lihat hanyalah semangat, ketulusan, dan senyumnya," tutur salah seorang guru SDN 2 Umbuljaya yang meminta namanya ditulis dengan inisial L.
Menurutnya, menjelang tahun ajaran baru, Bu Neti biasanya menjadi sosok yang paling antusias menyambut peserta didik baru.
> "Kami biasa bercanda dan saling menyemangati menjelang masuk sekolah. Kini suasana itu terasa berbeda. Ada ruang kosong yang sulit tergantikan karena sosok beliau begitu berarti bagi kami semua," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Kenangan yang Akan Selalu Hidup
Di mata keluarga dan rekan-rekan sejawat, Bu Neti bukan hanya seorang guru, melainkan sosok perempuan tangguh yang menjalani hidup dengan penuh kesederhanaan.
Salah satu foto yang masih disimpan keluarga memperlihatkan Almarhumah mengenakan seragam batik biru saat mengikuti kegiatan pendidikan. Dengan senyum yang begitu tulus, ia menggenggam map dan buket bunga sebagai simbol kebanggaannya menjadi seorang pendidik.
Kini, foto tersebut menjadi kenangan yang tak ternilai. Senyum yang dahulu menguatkan murid-muridnya kini hanya tersisa dalam ingatan mereka yang pernah mengenalnya.
Suasana haru begitu terasa di rumah duka di Kampung Ciapus, Desa Umbuljaya. Keluarga, tetangga, sahabat, dan rekan sejawat silih berganti datang untuk memberikan doa dan penghormatan terakhir kepada Almarhumah.
PGRI Kabupaten Lebak Sampaikan Belasungkawa
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa Almarhumah, Ketua PGRI Kabupaten Lebak, Bapak Efa, bersama jajaran pengurus mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.
> "Kami segenap keluarga besar PGRI Kabupaten Lebak turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Ibu Junaeti. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya," ucapnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena baru dapat hadir setelah menerima informasi mengenai kabar duka tersebut.
> "Kami membawa sedikit santunan hasil kebersamaan rekan-rekan PGRI. Jangan dilihat dari nilainya, tetapi semoga menjadi wujud kepedulian dan penghormatan kami atas pengabdian Almarhumah selama bertahun-tahun mendidik anak-anak bangsa," tambahnya.
Harapan Keluarga
Perwakilan keluarga, Sitinurjanah, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir memberikan doa, dukungan, dan perhatian kepada keluarga.
> "Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah melayat dan mendoakan Almarhumah. Kami juga memohon maaf apabila semasa hidup beliau pernah memiliki kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Semoga semua berkenan membukakan pintu maaf yang seluas-luasnya," ucapnya.
Di balik pengabdian panjangnya sebagai seorang guru, Bu Neti meninggalkan dua orang anak yang masih berusia balita. Keluarga berharap adanya perhatian dan kepedulian dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Lebak, terhadap keberlangsungan pendidikan dan masa depan kedua anak tersebut.
Selain itu, keluarga juga menyampaikan bahwa semasa hidupnya Almarhumah belum sempat memiliki rumah sendiri dan masih tinggal bersama kedua orang tuanya di Kampung Ciapus, Desa Umbuljaya.
Pengabdian yang Tak Akan Pernah Terlupakan
Kisah hidup Bu Neti menjadi potret nyata bahwa masih banyak guru di pelosok negeri yang mengabdikan hidupnya dalam keterbatasan. Mereka menempuh jalan yang sulit, menghadapi berbagai tantangan, namun tetap berdiri di depan kelas dengan semangat untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.
Pengabdian Almarhumah menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya dibangun oleh megahnya gedung sekolah atau lengkapnya fasilitas, tetapi juga oleh ketulusan para guru yang rela mengorbankan waktu, tenaga, dan kenyamanan demi masa depan generasi penerus.
Kepergian Bu Neti meninggalkan duka yang mendalam. Namun nilai-nilai perjuangan, ketulusan, dan pengabdiannya akan terus hidup dalam ingatan para murid, rekan sejawat, dan masyarakat yang pernah mengenalnya.
Selamat jalan, Bu Neti. Terima kasih atas seluruh pengabdianmu. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahmu, mengampuni segala khilafmu, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin'.
Ade suhanda.,C.BJ.,C.ILJ.

Posting Komentar