BOGOR - Bidikinfo.web.id - 14 Rabu 2026 — Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor (GMPB) menyoroti kembali terjadinya aksi tawuran antarpelajar yang melibatkan siswa SMK Pandu dan SMK Pelita, yang berdasarkan informasi diterima mengakibatkan seorang korban mengalami luka bacok hingga meninggal dunia.
Peristiwa tersebut dilaporkan bermula dari bentrokan di depan SD Leuwiliang Kolot, kemudian berlanjut ke wilayah Galuga pada Selasa malam, 13 Oktober 2026, sekitar pukul 21.30 WIB.
Kejadian tragis ini menjadi perhatian serius GMPB, mengingat tawuran antarpelajar yang menimbulkan korban jiwa bukan persoalan yang bisa diselesaikan hanya melalui penanganan setelah kejadian. Diperlukan langkah pencegahan yang konkret, terukur, dan berkelanjutan dari seluruh pihak terkait.
Ketua GMPB menegaskan bahwa unsur keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), aparat penegak hukum (APH), pemerintah kecamatan, pihak sekolah, serta satuan tugas pelajar harus memperkuat koordinasi untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa.
“Peristiwa ini harus menjadi alarm serius bagi seluruh pemangku kepentingan. Kami mendorong Forkopimcam Cibungbulang untuk meningkatkan patroli di titik-titik rawan, terutama pada malam hari, serta membangun komunikasi yang intensif dengan Satgas Pelajar, pihak sekolah, orang tua, dan tokoh masyarakat,” tegas Ketua GMPB.
Menurut GMPB, langkah preventif tidak boleh hanya dilakukan sesaat setelah terjadi bentrokan. Perlu ada pemetaan wilayah rawan tawuran, pengawasan terhadap aktivitas pelajar di luar jam sekolah, serta mekanisme komunikasi cepat ketika muncul indikasi konflik antarkelompok pelajar.
GMPB Desak Forkopimcam Hadirkan Solusi
GMPB meminta Forkopimcam Cibungbulang mengambil peran aktif dalam membangun komunikasi dan rekonsiliasi antara kedua sekolah. Pendekatan pembinaan, mediasi, pengawasan, dan penegakan hukum harus berjalan beriringan agar persoalan tidak terus berulang dan menimbulkan korban berikutnya.
GMPB menilai bahwa penyelesaian persoalan tawuran tidak cukup hanya dengan memberikan sanksi setelah kejadian. Dibutuhkan komitmen bersama untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, memperkuat pembinaan karakter pelajar, serta melibatkan keluarga dan masyarakat dalam pengawasan.
Desak Bupati Bogor Ambil Langkah Konkret
Selain menyoroti peran Forkopimcam Cibungbulang, GMPB mendesak Bupati Bogor agar segera mendorong langkah konkret melalui perangkat daerah terkait, khususnya dinas yang membidangi pendidikan, bersama aparat keamanan dan pemangku kepentingan lainnya.
GMPB meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap upaya pencegahan tawuran pelajar di Kabupaten Bogor, penguatan koordinasi lintas sektor, serta penyusunan langkah pencegahan yang jelas dan dapat dievaluasi pelaksanaannya.
Adapun tuntutan GMPB meliputi:
1. Mendorong peningkatan patroli Kamtibmas di wilayah rawan tawuran, khususnya pada malam hari.
2. Mendesak Forkopimcam Cibungbulang memperkuat koordinasi dengan Satgas Pelajar, kedua sekolah, orang tua, dan tokoh masyarakat.
3. Mendorong APH mengusut tuntas peristiwa tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku serta memberikan kepastian penanganan perkara.
4. Meminta Bupati Bogor dan dinas terkait melakukan evaluasi dan menghadirkan program pencegahan tawuran pelajar yang konkret dan berkelanjutan.
5. Mendorong mediasi dan pembinaan antarsekolah agar konflik tidak berlanjut menjadi aksi kekerasan.
6. Memastikan perlindungan terhadap pelajar melalui pengawasan, edukasi, dan sistem deteksi dini terhadap potensi bentrokan.
“Jangan sampai kita terus berbicara setelah ada korban jiwa. Pemerintah daerah, aparat keamanan, pihak sekolah, dan seluruh elemen masyarakat harus bergerak bersama sebelum jatuh korban berikutnya. Keselamatan pelajar harus menjadi prioritas bersama,” tegas Ketua GMPB.
GMPB berharap tragedi ini menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan evaluasi serius terhadap sistem pencegahan tawuran pelajar di Kabupaten Bogor.
GMPB menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan dan menyelamatkan generasi muda bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan, melainkan tanggung jawab bersama pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.
GMPB — Bergerak untuk keselamatan pelajar, menolak kekerasan, dan mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman di Kabupaten Bogor.
Redaksi)


Posting Komentar